Ya Dewi Agus Fernita lahir di tanah karo pada 25 Agustus 1991.Ia merupakan anak pertama dari 4 bersaudara .Sejak kecil,Dewi telah terbiasa menjalani kehidupannya yang dinamis karena beberapa kali berpindah tempat tinggal.Ia mnghabiskan masa kecil hingga SMP di Simpang Empat,kemudian berpindah ke desa Raya sempat menetap dikota Medan,kembali ke desa Raya,lalu ke desa Tiganderket,dan akhirnya kembali menetap di desa Raya, perjalanan hidup yang yang penuh perpindahan ini membentuknya menjadi pribadi yang mandiri,tangguh,dan mudah beradaptasi. Pendidikan dasar Dewi ditempuh di SD Impres Gajah,kemudian melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di BERASTAGI.
Pada masa kecilnya,Dewi bercita cita menjadi seorang polisi wanita(polwan). Namun,keterbatasan tinggi badan membuat impian tersebut tidak dapat diwujudkan.Meski demikian ,jalan hidup membawanya ke dunia pendidikan yang akhirnya ia jalani dengan sepenuh hati.Setelah lulus SMA ,Dewi melanjutkan pendidikan ke Universitas Negeri Medan,Fakultas Bahasa dan Seni,Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.Dimasa perkuliahan ,ia mulai menemukan ketertarikan terhadap dunia bahasa dan sastra.Kecintaannya pada bahasa perlahan tumbuh dan berkembang,seiring dengan kesadarannya bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda.Karier professional Dewi diawali di Radio ST komadi.Pengalaman ini memberinyakesempatan untuk mengasah kemampuan komunikasi serta memperluas wawasan sosial.Pada tahun 2015,ia kemudian bertugas sebagai guru Bahasa Indonesia di SMA Chairul Tanjung Foundation.Profesi sebagai guru membawanya pada banyak pengalaman berharga yang menguatkan panggilannya sebagai pendidik.Pada tahun 2019,Dewi melanjutkan pengabdiannya di SMA N1 TIGANDERKET.Selain mengajar Bahasa Indonesia ,ia juga dipercaya menjabat sebagai bendahara sekolah.Selama mengajar di SMA N1 Tiganderket,ada satu pengalaman yang sangat membekas dalam ingatannys,yaitu ketika ia menemukan seorang siswa SMA yang belum bisa membaca.
Peristiwa tersebut menggugah nuraninya dan semakin menguatkan tekadnya untuk mengajar dengan lebih sabar,peduli,dan penuh tanggung jawab .Motivasi Dewi menjadi seorangguru berangkat dari keyakinannya bahwa “jika melakukan hal baik,maka akan datang hal baik juga”.
Dalam kehidupan pribadi ,Dewi menikah dengan Christian Sinaga pada 13 Januari 2019.Dari pernikahan tersebut mereka di karuniai dua orang anak,Prisai Miriam Regins Sinaga dan Pisun Mighty Regins Sinaga.Keluarga menjadi sumber kekuatan dan penyemangat dalam menjalani kehidupannya.Diluar kesibukannya sebagai guru dan ibu,Dewi memiliki hobi menulis.Menulis menjadi menjadi ruang refleksi baginya.Lagu favoritna,Semusim Berlalu,sering menemani momen perenungan,sementara buku buku karya dan Brown serta karya Angeldan Diamond menjadi bacaan yang berkesan .Dengan prinsip hidup”hidup adalah pilihan”,Dewi menjalani setiap peran dengan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab,menjadikannya sosok pendidik yang berdedikasi dan inspiratif.


0 Komentar